PERAN DAN PIGUR MAHASISWA MUSLIM
Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan.....
Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan catatan kebanggaan
Di lembar sejarah manusia.....
Kepada setiap mahasiswa muslim
Yang yakin akan masa depan dirinya
Sebagai agen perubahan dan pemiinpin dunia
Kita Bangkit, Bergerak, dan Raih Kemenangan.
Sebait syair diatas seolah menegaskan bahwa ternyata mahasiswa memiliki kesempatan yang sangat strategis untuk bisa berbuat bagi lingkungan sekitarnya, bahkan masa depan bangsa dan negara sangat ditentukan oleh sejauh mana mahasiswa dapat memainkan peranannya sebagai agent of change.
Sejarah panjang bangsa ini telah mencatat dengan tinta emas, mahasiswa-lah yang menjadi ujung tombak dalarn memperjuangkan hak-hak rakyat, baik dari belenggu penjajahan, imperialisme ataupun penindasan dari para pemimpin dzalim dan tiran.
Pada masa pra kemerdekaan, mahasiswa berada di barisan terdepan bersama kekuatan rakyat dan para santri untuk melawan dan mengusir penjajah di bumi nusantara. Kemudian pasca kemerdekaan 1945, mahasiswa kembali menjadi martir dan bom waktu, yang dengan kekuatannya mampu menggulingkan rezim tiran atau menentang kebijakan-kebijakan pemerintah. Rezim orde lama dibawah pimpinan Soekarno telah merasakan bagaimana kekuatan mahasiswa yang luar biasa itu. sehingga cita-cita Soekarno untuk menjadi presiden seumur hidup akhimya tidak terlaksana karena digulingkan oleh mahasiswa. yang kemudian di sebut dengan angkatan 66.
Di era orde baru, sering kali kebijakan pemerintah yang dirasa akan merugikan rakyat banyak, selalu mendapat perhatian mahasiswa. Ini terbukti dari aksi-aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa sepanjang masa tersebut. Tahun 1974 misalnya, bagaimana mahasiswa menolak kedatangan perdana menteri Jepang 'Tanaka' karena dianggap terlalu jauh mencampuri urusan internal
Itulah bukti sejarah yang tidak bisa dibantah oleh siapapun, bahkan terakhir aksi-aksi mahasiswa di pertengahan tahun 1998 telah mampu dengan gemilang menggulingkan kekuatan orde baru yang telah berkuasa selama 32 tahun, lahirnya era Reformasi dimana mahasiswa sebagai bidannya.
Peran Mahasiswa
Kondisi umat (masyarakat) hari ini sungguh sangat meniprihatinkan, dekadensi moral, kemaksiatan, kemiskinan, kebodohan. dan serangkaian citra jelek tengah menimpa masyarakat. Hal semacam ini tentu saja tidak boleh berlangsung lama. Maka di pundak mahasiswalah - sebagai generasi muda - segala tumpuan harapan perjuangan umat ini dilimpahkan. Mahasiswalah generasi yang akan mengibarkan dan meninggikan panji-panji perjuangan serta membangkitkan semangat yang menyala-nyala.
Peran mahasiswa berada pada sendi-sendi kekuatan, kebangkitan dan pemikiran (fikrah). Dalam dunia fikrah, mahasiswa (pemuda) berperan sebagai pengibar panji-panjinya. Allah berfirman :
"Mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk. "(QS. AI-Kahfi :13)
Lebih kongkrit lagi berkenaan dengan peran mahasiswa, maka ada beberapa peran yang harus dimainkan oleh mahasiswa, diantaranya :
Ø Social Control
Sikap kritis yang dimiliki oleh setiap mahasiswa, akan membuat mahasiwa tidak tinggal diam ketika melihat hal-hal yang tidak semestinya terjadi di masyarakat. Artinya bahwa mahasiswa-lah yang harus mampu membaca setiap upaya pendzoliman atau kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada masyarakat.
Ø Unsur Perbaikan
Dengan kekuatan moral yang terpuji, maka mahasiswa akan mampu melakukan banyak perbaikan di lingkungan tempat ia tinggal. Adalah ashabul kahfi sekelompok pemuda yang tidak tahan melihat kondisi masyarakatnya dan kemudian tergegas untuk melakukan perbaikan. Seperti yang di kisahkan dalam Al-Quran surat AI-Kahfi ayat 13-14.
Ø Mencerdaskan Lingkungannnya
Masyarakat
Selain peran diatas, ada pula fungsi dari keberadaan mahasiswa dalam kapasitasnya sebagai generasi harapan, diantarannya :
- Generasi Pcnerus
Pepatah lama mengatakan bahwa pemuda adalah harapan masa depan dan orang tua adalah harapan tanah air, nampaknya ini benar. Adalah keniscayaan bahwa generasi baru harus meneruskan apa yang telah di lakukan oleh generasi pendahulunya untuk menerima tongkat estafeta sejarah ini, bukan lagi pertanyaan mau atau tidak mau, tetapi lebih tepat apa yang akan di persiapkan dan bekal apa yang akan di bawa guna melaksanakan amanah besar itu.
Tentang peran sebagai generasi penerus ini , bisa dilihat dalam al-Qur'an
- Generasi Pengganti
Dalam sejarah manusia, semenjak masa para nabi hingga kini, selalu ada dua kubu yang abadi untuk terus berperang dan kontradiktif. Kubu itu adalah kubu dzolim dan kubu adil, meskipun pada kenyataannya kekuataan itu jarang berimbang bahkan kekuatan dzolim biasa lebih besar, namun Allah SWT selalu memberi pertolongan pada pasukan adil yang kecil itu. Sehingga dengan izin Allah pasukan adil ini bisa menggantikan kekuatan dzolim tadi. Ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat 54 :
".....Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencitai-Nya. Yang bersikap lemah lembut terhadap orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan tidak takut terhadap orang-orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah.....".
- Generasi Pembaharu
Kondisi bangsa yang sudah kian carut marut ini, mesti di rubah oleh generasi yang bersih dan tidak memiliki kepentingan jangka pendek. Adalah mahasiswa dengan idealismenya-lah yang mampu melakukan proyek besar untuk dapat mewujudkan itu semua, apalagi gelar yang begitu lekat dengan mahasiswa sebagai agen perubahan.
Namun sungguh, kalau kita coba kerucutkan dalam konteks mahasiswa muslim. Tentu saja ada beberapa pra syarat untuk bisa menjalankan peran dan fungsinya secara ideal, diantara syarat yang harus dimiliki adalah:
- Keyakinan (aqidah) yang lurus, setiap mahasiswa muslim di tuntut untuk memiliki kelurusan aqidah, sehingga ia tidak lagi terperdaya oleh paham-paham selain yang bersumber dari Al-Quran dan AS-Sunah sebagai pedoman hidup setiap muslim.
- Akhlaq yang terpuji, perubahan yang akan dilakukan mustahil bisa berhasil secara optimal seandainya moral (akhlaq) mahasiswanya amburadul.
- Pikirannya intelek, kemampuan inilah yang akan menjadikan mahasiswa bersikap kritis, tentu saja dengan analisisnya yang akurat.
- Fisiknya kuat, cita-cita mulia untuk melakukan sebuah perubahan, hanya bisa dilakukan oleh mereka yang tidak suka merusak fisiknya dengan cara apapun.
- Dinamis, seperti air yang tergenang tentu akan menjadi sumber penyakit, begitu pula dengan mahasiswa yang hanya diam saja (tidak dinamis) maka ia akan menjadi penyakit bagi sekitarnya.
- Reaktif, Kreatif, dan Inofatif. adalah syarat-syarat lain yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa.
Pigur Mahasiswa Muslim
Peranan yang harus dimainkan oleh mahasiswa muslim sesungguhnya adalah bukanlah tugas yang ringan, namun demikiam ia adalah amanah yang amat mulia (QS 16:97). Oleh karena itu, untuk menunjang potensi seorang mahasiswa muslim, ia harus memiliki dasar-dasar kepribadian yang kuat, diantaranya :
- Sadar Akan Tujuan Hidup Yang Hakiki
Seorang mahasiswa atau siapapun ia, hanya bisa optimal dalam peranannya apabila mengetahui dan memahami orientasi kehidupannya secara baik. Tanpa hal itu segala apa yang akan dilakukannya akan berjalan tanpa arah tujuan yang jelas. Walau bagaimanapun. tujuan hidup itu merupakan motivator utama bagi hidupnya ruh dan jiwa. Segalanya ditujukan hanya untuk Allah. Karena itulah seorang mujahid rela mengorbankan apa saja yang ia miliki hanya untuk Dia. Artinya bahwa beribadah kepada Allah seharusnya menjadi tujuan utama seluruh manusia, beribadah berarti tunduk, mengikuti, dan melaksanakan segala aturan Allah dalam seluruh urusan, termasuk kuliahnya sebagai sarana beribadah kepada Allah. ( QS. 51:56, 98:5, 3:85, 5:55-56 3:110).
- Sadar Akan Ancaman Dan Tipu Daya Musuh
Mahasiswa muslim (pemuda Islam) harus peka terhadap semua persoalan dunia yang menimpa dan memberatkan umat Islam yang sekarang ini tengah terjadi. Berbagai penetrasi tangah berlangsung, baik di bidang politik, ekonomi, maupun pemikiran dan bidang-bidang lainnya. Dalam bidang pemikiran (Ghazwul Fikri), mereka memanfaatkan jalur gerakan misionaris dan dunia bisnis. Para aktivis salib semakin gencar mengadakan kristenisasi di kantong-kantong umat Islam, termasuk di kampus-kampus yang berbasis Islam (termasuk UIN).
Seorang tokoh fundamentalis kristen, yaitu Zuweimer dalam serangkaian seminarnya mengenai peran misionaris Kristen mengatakan, "Racunilah sekelompok dari golongan pemuda Islam yang tidak begitu fanatik dengan agamanya. Janganlah kamu berupaya untuk mengguruinya. Dengan demikian akan terbentuklah dari mereka komunitas masyarakat baru yang murtad dari agamanya. Komunitas mereka terbentuk sesuai dengan harapan kita sebagai penjajah. Mereka adalah umat yang tak lagi menghiraukan kemuliaan hidup. Yang diutamakan mereka hanyalah kesenangan hidup, hidup dengan bersantai ria, dan bersifat pasif serta sangat rakus dengan jabatan. "
Dalam sutau kesempatan pertemuan Yahudi yang bertujuan untuk membahas program-program protokolat Zionisme, salah seorang tokoh mereka melontarkan ide-ide kajinya dengan komentarnya sebagai berikut. "Kita harus menghancurkan moralitas generasi muda Islam di setiap tempat. Dengan jalan ini, kita akan mudah menguasai mereka. Sesungguhnya Sigmund Freud adalah tokoh cendikiawan kita yang dapat kita jadikan panutan bagi mereka, Bukankah ia telah mencanangkan teori seks dibawah sengatan matahari? Dengan menggemakan teorinya, kita berusaha menggarap para pemuda Islam, membuat mereka keluar dari kesucian diri. Dengan sarana tersebut kita berusaha membuat mereka sibuk untuk mengarahkan mereka menghabiskan sebagian waktu demi pemuasan nafsu seks. Akhlak mereka harus kita hancurkan sedemikian buruknya."
Masih banyak lagi sesungguhnya hal yang dapat dijadikan bukti betapa musuh-musuh Islam dengan sangat serius dan sungguh-sungguh berusaha untuk menghancurkan Islam dalam setiap sisinya. Untuk itulah menjadi sebuah keniscayaan bagi kita sebagai generasi muda Islam (mahasiswa Islam) untuk terus mempersiapkan diri dalam menghadapinya. (QS. Al-Anfal : 60).
- Sadar Akan Teladan Utama Sebagai Panutan
Teladan utama sepanjang zaman bagi kita adalah Nabi Muhammad SAW. para sahabatnya, salafush shaleh serta pejuang Islam yang sejati. Mereka semua telah menorehkan goresan tinta emas dalam sejarah. (QS. Al-Ahzab:21).
- Sadar Akan Tugas Suci Yang Akan Diembannya
Begitu besarnya potensi yang dimiliki oleh seorang mahasiswa muslim, maka akan sangat sayang apabila potensi itu disia-siakan. Konsekwensi logis dari potensi besar yang dimiliki oleh para pemuda (mahasiawa) adalah tugas berat yang mesti dipikul. Dan sebagai mahasisvva muslim, tugas itulah yang harus dengan penuh kesungguhan dilakukan dan dikerjakan oleh pemuda tanpa mengenal putus asa, malas, ragu, dan acuh tak acuh. ( QS. 3:110, 41:33, 9:71 ).
Wallahu a'lam bi shawab.
AHAMMIYYAH AL-TARBIYAH
Kondisi Arabia Sebelum Islam Muncul
Masa sebelum munculnya Islam terkenal dengan nama jahiliyah atau masa 'kebodohan'. Masa itu disebut demikian, karena kondisi politik, agama, dan sosial Arab sangat buruk. Bangsa Arab sebelum Islam, tidak mempunyai nabi yang membimbing mereka, kitab yang diwahyukan, ideology keagamaan yang jelas, dan pemikiran bagi sistem pemerintahan, serta pemikiran tentang kehidupan moral dan keturunan. Kehidupan agama, juga kehidupan politik mereka benar-benar ada pada tingkat yang primitif. Oleh karena itu masa jahiliyah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
A. Al-Jahl (Kebodohan)
Ø Mereka bodoh karena tidak mau menerima hidayah. Abu Jahal (Bapak Kebodohan) bukan tidak punya ilmu. Oleh pengikutnya ia di gelari Abu Hakam (bapak yang memahami hukum) tetapi ia bodoh tak punya hidayah. Tingkah lakunya mencerminkan kebodohan, yaitu tidak mau menyadari kesalahan yang akan menghancurkan dirinya.
Ø Pribadi jahiliyah tidak memahami hakikat hidupnya. Selalu rnemandang kebaikan sebagai keburukan, begitupun sebaliknya. Karena itu kondisi jahiliyah akan menghancurkan peradaban dan kebudayaan mereka.
Ø Keadaan masyarakat jahiliyah menggambarkan kerusakan dan kebodohan. Kendati masyarakatnya berpendidikan, berteknologi, dan memiliki banyak keahlian tetapi dalam peradaban, budaya dan tingkah laku mereka sangat rendah dan bodoh.
Ø Dalil, 39:64, 25:63, 33:72.
B. Adz-Dzillah (Kehinaan)
Ø Kebodohan akan mendatangkan kehinaan. Kehinaan itu disebabkan oleh kebanggaan dan kehormatan yang diciptakannya melekat pada status, kendaraan, rumah, jabatan, dsb. Padahal kehormatan yang bersifat materi itu sementara. Sedangkan kebanggaan jahiliyah akan menjatuhkan manusia kepada yang lebih rendah. Kelemahan itu terjadi ketika tidak menghargai diri sebagai manusia yang mulia. Tindakan bodoh akan menjadikan hina meski dihiasi oleh berbagai kebanggaan.
Ø Kehinaan juga mencul akibat dari tingkah laku manusia yang jauh dari Islam. Tingkah laku yang melanggar nilai Islam akan membawa manusia kepada kegelapan dan kehancuran. Islam akan membawa kepada kejelasan dan kepastian hidup, oleh karena itu manusia yang tidak mengamalkan nilai-nilai Islam yang tinggi akan menjatuhkan mereka kepada kehinaan.
Ø Dalil, QS. 94: 4-5.
C. Adh-Dha'f (Kelemahan)
Ø Kelemahan terjadi karena mereka tidak menghargai dirinya sehingga tidak bisa mengaktualisasikan potensinya. Mereka menghabiskan waktu dan energi untuk mengikuti hawa nafsu. Kemampuan mereka digunakan untuk kesenangan sementara dan berbagai kerusakan.
Ø Islam adalah yang memiliki nilai-nilai fitrah yang dapat membangun potensi manusia menjadi teraktualisasikan sehingga memiliki potensi. Kelemahan yang ada pada manuisa disebabkan oleh jauhnya individu dari nilai Islam. Walaupun mereka nampak hebat, kuat dan pandai. Tetapi apabila Islam tidak bisa di pegangnya, maka ruhnya tetap lemah. Justru kekuatan ruhani dan mental inilah yang dijadikan ukuran bagi manusia yana memperoleh ketenangan jiwa.
Ø Dalil, QS. 4:28.
Inti dari jahiliyah adalah 'Dhalalun Mubin' (Kesesatan yang nyata) (3:164)
Dari cir-ciri masa jahiliyah tadi, jelaslah bahwa kejahiliyahan akan membawa umat berada di dalam kesesatan yang nyata. Allah menyebutkan bahwa sebelum kedatangan nabi, masyarakat jahiliyah berada dalam kesesatan yang nyata. Kesesatan mereka mempunyai ciri dan akibat yang jelas. Mereka dipengaruhi oleh syetan dan menjadikannya sebagai kawan. Sehingga tingkah laku mereka berlawanan dengan nilai Islam dan mengajarkan segala yang dilarang.
Kebodohan, kehinaan, kelemahan dan perpecahan akan seantiasa berada dalam kesesatan yang nyata. Kehidupan didunia akan merugi apabila kita tidak berilmu pengetahuan. Tanpa ilmu, manusia sulit untuk menjadi survive dalam kehidupannya.
Untuk bisa mewujudkan manusia menjadi survive, Allah SWT melalui rasul-Nya memberikan tarbiyah kepada umat. Membawa pelita yang menyinari seluruh alam, membimbing manusia dari alam kegelapan menuju cahaya terang-benderang, dan dari alam kebodohan menuju ilmu pengetahuan dan tekhnologi.
Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan dan mengajarkan kepada mereka kitab dan Hikmah (AS-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata " (QS. 62:2).
Jalan keluar dari kesesatan adalah 'Tarbiyah'
Islam sebagai agama dapat menyelamatkan manusia dari kesesatan. Islam melalui tarbiyah dapat mengatasi dan menyelesaikan masalah masyarakat jahiliyah. Ayat-ayat Allah yang disampaikan melalui tarbiyah merupakan gerakan penyelamatan dari kerusakan yang disebabkan oleh masyarakat jahiliyah dimasa lalu.
Peranan tarbiyah masih sangat diperlukan saat ini karena kondisi jahiliyah modern sama dengan masa lalu. Diantara kesamaan tersebut adalah kebodohan terhadap nilai Islam, berpecah belah, lemah dan hina.
Rasululloh rnelakukan tarbiyah melalui tiga marhalah (tahapan), yaitu: tilawah, tazkiyah, dan mengajarkan Al-Kitab dan Al-Hikmah.
A. Tilawah (membaca)
Tarbiyah sebagai gerakan menyelamatkan diri manusia dari kerugian memiliki aktifitas diantarnaya adalah membaca al-Qur'an. Membaca al-Qur'an berarti mencoba memahami dan menghafalkan al-Qur'an. Al-quran sebagai kompas hidup dan sekaligus pedoman hidup agar tidak tersesat, maka tidak mungkin dapat dipahami tanpa membaca al-Qur'an. Al-Qur'an tidak bisa berfungsi sebagai pedoman apabila tidak pernah dibaca dan dipahami. Keadaan demikian akan tetap menjadikan manusia jahil dan hina. (QS. Al-Alaq : 1, 2 : 121)
B. Tazkiyah (mensucikan)
Mensucikan diri dari segala kekotoran jiwa seperti kemiskinan dan kejahiliyahan merupakan suatu keharusan untuk mendapatkan keberuntungan. Merugilah orang yang mengambil jalan kefasikan sehingga mengotori jiwa, hati, akal dan jasad.
Menyelamatkan diri dari kejahiliyahan, berarti menyelamatkan diri dari kemaksiatan dan dosa-dosa. Usaha ini dapat dilakukan dengan Tarbiyah Islamiyah. Kegiatan tarbiyah adalah membawa manusia untuk kembali kepada fitrahnya. Adapun kegiatan tarbiyah yang berkaitan dengan mensucikan jiwa adalah membaca al-Qur'an, qiyamul lail, berdo'a, disamping mengerjakan kewajiban-kewajiban ibadah yang pokok. (QS. 92: 17-21).
"Sungguh bahagialah orang yang jiwanya dibersihkan oleh Allah SWT" (HR. Ibnu Abi Hatim).
C. Ta'lim Al-Minhaj (mengajarkan pedoman)
Kegiatan lainnya dalam tarbiyah adalah mengajarkan al-Qur'an. Dengan mengajarkan al-Qur'an maka kita dapat memahami al-Qur'an yang diajarkan tersebut. Bahkan Allah SWT menyuruh kepada kita tidak saja mengajar tetapi sekaligus mempelajarinya.
Al-Qur'an adalah sumber ilmu yang sekaligus mengandung hikmah yang banyak, dan hanya kepada orang berakal dan yang dapat mengambil pelajaran saja yang akan memperolehnya. Allah SWT hanya akan menganugrahkan kepahaman yang mendalam tentang Al-Qur'an dan Sunah kepada yang dikehendaki-Nya yaitu yang berakal dan beriman kepada-Nya (QS. 3: 79, 2: 269).
Tarbiyah melahirkan kenikamatan menuju 'khoiru Ummah'
Orang yang tertarbiyah ia akan memperoleh kenikmatan yang sangat besar, yang tidak pernah dinikmati oleh siapapun kecuali oleh orang-orang tertarbiyah. Anugrah besar tersebut, diantaranya :
1. Al-'Ilm (pengetahuan)
Individu dan masyarakat yang mengikuti tarbiyah, maka mereka akan dibimbing, dibangun dan dipelihara oleh nilai Islam yang mulia dan dibebaskan dari kejahiliyahan. Bebas dari jahiliyah berarti mengikatkan diri kepada Allah SWT, sehingga akan meninggikan status dan derajatnya disisi Allah. Kehidupan mereka akan selamat di dunia dan di akhirat.
Hasil dari ilmu yang di peroleh ini adalah kenikmatan yang besar yaitu berupa pengetahuan, harga diri, kekuatan dan persatuan. Tarbiyah dengan ilmu yang benar, menjadikan manusia yang berilmu dan sadar akan tingkah lakunya. Berilmu akan membawa kepada nikmat kehidupan. Kenikmatan hidup diperoleh karena Allah SWT yang melimpahkan kepada hamba-Nya yang berilmu dan beriman. Tanpa ilmu akan bingung dan tidak mendapat petunjuk sehingga mencapai kesesatan.
Dari Abu Musa AI-Asy'ari RA bahwasannya rasululloh SAW bersabda: "Perumpamaan hidayah dan ilmu yang dibawakan dari sisi Allah adalah seperti hujan yang turun ke bumi. Maka ada sebagian lahan yang dapat menerima air itu, lalu ia menumbuhkan rerumputan dan pepohonan yang lebat. Dan diantara lahan ada yang menyerap dan dapat menahan air sehingga Allah SWT memberi manfaat kepada manusia, melalui air itu, untuk minum, menggembala, mengairi dan bercocok tanam. Hujan-pun turun ke wilayah cadas sehingga ia tidak dapat menahan air dan tidak menumbuhkan rumput. Itulah perumpamaan orang yang mendalami agama Allah. Allah memberi manfaat melalui apa yang aku bawa, kemudian ia memanfaatkannya, mengkajinya, kemudian mengajarkannya, dan ada pula orang yang tidak memberikan perhatian kepadanya sedikitpun dan tidak menerima hidayah Allah yang aku diutus karenanya". (HR. Bukhori Muslim)
2. Al-Izzah (kemulian) (QS. 63:8)
Mempunyai izzah (harga diri) Islam, berarti mengembalikan dirinya kepada Allah SWT Izzah Islam akan mewujudkan kekuatan Islam karena semangat yang ditumbuhkan melalui tarbiyah dapat membangkitkan kecintaan dan perjuangan. Dengan tarbiyah, pribadi manusia menjadi jauh dari kebodohan yang kemudian ia dapat menaikkan harga dirinya kepada derajat yang mulia dan mereka berhak mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
3. AI-Quwwah (kekuatan) (QS. 8:60, 93:8)
4. Ukhuwah (persaudaraan) (QS. 21:90, 3:103)
Alasan Perlunya Tarbiyah Dari Aspek Individu
Jiwa manusia pada hakikatnya dihadapkan pada dua persoalan. yaitu: Pertama, persoalan internal. Yaitu fitrah jiwa yang pada dirinya terdapat kecendrungan terhadap taqwa dan kecendrungan kepada kesesatan. Kecendrungan pada ketaqwaan, hanya membutuhkan pembimbing kepada Al-Quran sedangkan kecenderungan pada kesesatan mendapatkan godaan syaithan, kecintaan dunia dan nafsu syahwat. Agar dapat terhindar dari hal itu maka memerlukan tarbiyah yang berfungsi mengarahkan, membangun, menjaga dan memelihara jiwa untuk senantiasa berhubungan dengan al-Quran.
Kedua, persoalan eksternal. Yaitu adanya musuh bubuyutan (2:168-169) yang tidak hanya membuat perencanaan yang matang, tetapi juga merealisasikannya (5:82). Yang keduanya adalah langkah-langkah syaithan (35:6). Untuk dapat menangkal serangan musuh, diperlukan amal jama'i. Tetapi amal jama'i dikalangan kaum muslimin tidak akan terjadi kecuali dengan melakukan tarbiyah terlebih dahulu.
MA'RIFATUL ISLAM
Islam Agama Kasih Sayang
Islam Agama Kasih Sayang
Satukan manusia didunia
Islam Agama Kasih Sayang
Haramkan umat perpecahan
Dengannya manusia bersayangan
Walau jaraknya berjauhan
Deangnya manusia bertolongan
Walau kulitnya berlainan
Bila terjadi perselisihan
Kembalikan pada al-qur'an
Bila terjadi persengketaan
Harus segera di padamkan
Hormati hak para tetanggamu
Muliakanlah para tetamu
Begitulah ajaran Rosulmu Shollu alaihi wasallimu
Benar apa yang dilantunkan nasyid diatas bahwa islam adalah agama kasih sayang, bukan agama yang artikan kebanyakan orang sebagai agama teroris. Ini terbukti, karena rasululloh di utus kemuka bumi ini untuk menyempurnakan akhlak menebarkan kasih kepada seluruh alam.
Islam bukanlah sembarang pasrah, Islam adalah menyerahkan ketundukan total kepada Alloh SWT Untuk berislam Alloh SWT telah menentukan jalannya dan rasululloh SAW telah mencontohkan cara menempuhnya.
Salah tafsir dan salah amal terhadap Islam merupakan penyakit utama yang rnenyerang umat Islam hari ini. Salah satu penyebabnya adalah hasil ghazwul flkri musuh-musuh Islam di samping kurangnya ilmu pengetahuan bagi individu muslim.
Kaum kafir yang menguasai pemerintahan dam memelihara kekuasaan menjadikan Islam sebagai agama akhirat saja. Islam dipersepsikan tidak menjelaskan bagaimana kehidupan di dunia ini. Islam dilihat hanya agama akhirat yang tidak perlu membicarakan masalah politik, ekonomi, dan kemasyarakatan.
Islam sebagai agama Allah SWT disamakan dengan agama-agama lainnya. ironisya tenyata cara pandang ini juga terdapat di sebagian kaum muslimin. Sehingga Islam semakin jauh dari fitrahnya. Padahal Islam yang fitrah sejatinya sesuai dengan manusia yang diciptakan secara fitrah, menentang Islam berarti menentang dirinya sendiri.
Islam tidak dapat disamakan dengan agama lainnya karena Islam adalah diin yang benar. Islam memiliki ciri-ciri dan sifat-sifat tertentu yang menggambarkan kehidupan manusia secara keseluruhan. Islam sebagai ad-diin yang mengatur hidup seperti makan, minum, tidur hingga jihad dan urusan bernegara. Islam juga dikenal sebagai Diin al-Haq, Dinullah dan Diin al-Islaam. Islam adalah agama yang haq maka apapun yang bertentangan dengan Islam adalah batil. Seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Yunus ayat 32 "... maka tidak ada sesudah kebenaran itu melainkan kesesatan. "
Makna Islam Secara Lafziyah (Lafaz)
ý Islam al-Wajh (Menundukan Wajah)
Allah SWT menyebutkan agama (diin) dengan persamaan kepada orang yang menundukkan mukanya kepada Allah, kemudian ia berbuat kebaikan dan mengikuti Millah Ibrahim (akidah) yang lurus. Islam menghendaki umatnya untuk menundukan muka dan dirinya kepada Allah SWT Ketundukan itu harus dibuktikan dan diwujudkan dalam amalan berupa kebaikan dan dan juga didasarkan kepada akidah yang lurus. Hal ini termaktub dalam Q.S. 4: 125, disini Allah ingin memberikan pemahaman bahwa orang yang terbaik dalam ketundukan kepada Allah yaitu orang yang menundukan wajahnya. Artinya, seluruh jiwa dan raganya merupakan cerminan ketundukan kepada Allah.
ý Al-Istislaam (Berserah Diri)
Allah SWT menyebutkan agama diberi makna sebagai berserah diri dan ketundukan kepada-Nya. Allah SWT menggambarkan kepada kita bahwa seluruh alam semesta ini, termasuk sebagian manusia saja yang berserah diri kepada Allah SWT Mereka berserah diri kepada Allah SWT secara sadar maupun tidak sadar. Alam semesta seperti langit. bulan, bintang. dan segala sesuatu yang ada di jagat raya ini berserah diri dan tunduk mengikuti perintah dan petunjuk Allah SWT yang biasa disebut sunatullah kauniyah. Orang muslim adalah orang yang keseluruhan dirinya diserahkan hanya kepada Allah. Sebagai konsekuensi logis atas keimanan dan keisiamannya. (Q.S.3: 83).
Sabda Rasulullah.
"Sungguh beruntunglah orang yang berserah diri yang diberi rizki dengan cukup, dan yang merasa puas dengan apa yang telah diberikan Allah padanya." (HR. Ahmad)
ý As-Salaamah (Suci Bersih)
Allah SWT menggambarkan pengikut agama (diin) Islam memiliki qolbun saliim saat kita menjumpai Allah SWT sifat qolbun saliim sebagai pengikut Islam (muslim) menunjukkan bukti bahwa Islam yang dianutnya adalah agama yang suci dan bersih. Islam membawa ajaran kesucian dan kebersihan. Hal ini dapat dilihat dari ajaran Islam mengenai kebersihan secara fisik seperti bersih pakaian, tempat, dan badan ketika akan shalat atau kebersihan moral seperti bersih hati dari prasangka kebencian, dendam dan marah. Islam dengan ajaran ini akan menjadikan penganutnya berhati bersih. (Q.S. 26:89).
ý As-Salaam (Selamat/Sejahtera)
Allah SWT menyatakan salamun 'alaikum, keselamatan atas kamu (orang-orang Islam). Keselamatan adalah ciri dari mereka yang menganut Islam dan juga keselamatan sebagai arti dari Islam. Dengan demikian Islam tidak membawa kejahatan dan kerusakan. Islam membawa umatnya dan segala yang ada di alam semesta ini selamat dan sejahtera. (Q.S 6: 54).
Rasulullah SAW bersabda,
"Kalian semua tidak akan masuk surga sehingga kamu beriman terlebih dahulu. dan kamu tidak beriman sehingga kamu saling mencintai sesamamu. Sukakah kalian aku tunjukkan sesuatu yang apabila kamu kerjakan, niscaya kamu akan saling mencintai sesamamu? Sebarkanlah salam antara sesamamu." (HR. Muslim)
ý As-Salm (Perdamaian)
Secara bahasa Islam juga bemakna salmi, atau perdamaian. Penjelasan ini termaktub dalam al-Quran surat 47 ayat 35, dimana Rasulullah Muhammad SAW diminta oleh Allah SWT untuk tidak meminta perdamaian karena ketakutan.
Makna Islam Secara Istilah
ý Al-Khuduu' (Tunduk)
Kami dengar dan kami taat adalah sikap orang yang tunduk. ketundukan tersebut merupakan dasar Islam yang tnengandung arti berserah diri. Kalimat Islam juga mengandung ketundukan yang dapat menghantarkan kepada kemenangan. (24: 51).
ý Wahyan Ilaahi (Wahyu Ilahi)
Panduan Islam adalah al-Qur'an dan as-Sunah. Al-Qur'an adalah wahyu Ilaahi sehingga Islam adalah dari Allah SWT bukan dari manusia. Islam bukan buatan manusia tetapi Islam adalah firman Allah. Dengan demikian tidaklah mungkin Islam disamakan dengan agama, kepercayaan dan faham lainnya. Islam sangatlah sesuai dengan manusia yang juga diciptakan Allah SWT. Allah SWT mengetahui secara pasti siapakah manusia sedangkan manusia tidak akan mungkin mengenal manusia secara sempurna. Oleh karena itu panduan dan aturan hidup buatan manusia atau faham seperti materilisme, kapitalisme, komunisme, dan lainnya tidak akan sesuai dengan manusia bahkan akan membawa kehancuran manusia. (53: 4, 21: 7).
ý Diin Al-Anbiyaa Wa Al-Mursaliin (Diin Para Nabi dan Rasul)
Diin Islam adalah diinnya para Nabi dan Rasul. Mereka semua membawa dan menyampaikan Islam kepada kaumnya dan manusia secara umum. Allah menurunkan kitab kepadanya dan kemudian diamalkannya. Kesamaan Islam yang dibawanya adalah menyeru manusia agar menjadikan Allah sebagai satu-satunya Ilah. Perbedaan diantara para rasul adalah minhaj dan syariatnya yang mana Allah SWT menjadikannya bias mengikuti keadaan masyarakat dan waktunya. (2:138. 3:84).
Rasulullah SAW bersabda,
"Kami, para nabi, adalah saudara seayah karena pangkal agama kami satu." (HR Bukhori).
ý Ahkamullah (Hukum-hukum Allah)
Kitab Al-Qur'an merupakan kebenaran Islam yang di dalamnya mengandung hukum-hukum Allah sebagai tempat kita merujuk bagi panduan hidup manusia dan di akhirat. Islam sebagai hukum Allah yang berfungsi juga memberikan hukuman dan penilaian kepada manusia. (5: 48, 5: 50).
Dari Rahman Abdillah bin Umar bin Khatob berkata,
'aku telah mendengar Rasulullah bersabda "Bangunan Islam itu atas lima perkara, mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitullah. puasa Ramadhan ". (HR. Bukhori Muslim)
ý As-Shirotol Mustaqim (Jalan Yang lurus)
Islam adalah jalan yang lurus. Oleh sebab itu siapa yang hendak mencapai tujuan yang benar dalam hidupnya mestilah mengikuti jalan lurus ini (Islam) selain agama Islam adalah tidak lurus dimana jalan ini akan membawa kepada kesesatan karena tidak jelas hendak dibawa kemana. Selain Islam, panduan hidup dari liberalisme, hedonisme, komunisme, kafitalisme, dan sebagainya akan membawa kepada kerusakan potensi manusia itu sendiri. Islam justru membina dan memelihara potensi tersebut menjadi baik. (6: 153).
Dalam sebuah hadits disebutkan, 'Rasulullah SAW membuat garis dengan tangannya kemudian beliau bersabda "Inilah jalan Allah yang lurus". Kemudian beliau membuat garis di sebelah kiri dan kanan garis tadi, lalu bersabda, "inilah jalan-jalan yang lain, tiada satu pun diantara jalan itu melainkan ia ditempati oleh syetan yang inengajak manusia ke jalannya". Kemudin beliau membacakan ayat dan bahwa (yang kami perintahkarn) "ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-jalan-Nya" (HR. Hakim)
ý Salaamah ad-Dunya wal Akhiroh (Keselamat Dunia Dan Akhirat)
[
Islam sebagai ad-diin menyuruh umatnya untuk mencari akhirat dengan tidak meninggalkan dunia. Dunia dan akhirat adalah sasaran yang perlu dicapai secara baik dan selamat. Dengan mengamalkan Islam maka kita akan memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat. Islam mengajarkan keseimbangan atau tawazun sehingga umatnya akan mendapatkan kebahagiaan. (16: 97, 28: 77).
Rasulullah bersabda,
"Allah tidak mendzalimi suatu kebaikan bagi seorang mukmin. Kebaikan itu diberikan kepadanya di dunia dan di akhirat. Adapun orang kafir, maka dia diberi makan di dunia karena aneka kebaikannya, sehingga apabila dia telah tiba di akhitrat, maka tiada satu kebaikanpun yang membuahkan pahala. " (HR. Muslim)
Islam adalah Pedoman Hidup yang Sempurna
Ust. Hasan Al-Banna menggambarkan keuniversalan Islam dengan "Islam adalah Risalah yang panjang terben.tang meiiputi (mencakup) semua abad sepanjang zaman, terbentang luas sehingga meliputi semua cakrawala umat; dan begitu mendalam (mendetail) sehingga memuat urusan-urusan dunia dan akhirat.
Dari berbagai dimensinya. Islam telah membuktikan diri sebagai agama yang universal. Hal ini terlihat dalam hal-hal berikut:
1. Dari Segi Waktu
Islam adalah agama semua zaman bukan risalah yang terbatas dengan masa tertentu, Islam berlaku hingga akhir zaman. Maka wajar jika Al-Quran memberlakukan ancaman. "Dan barang siapa memcari agama selain Islam, maka tidaklah akan diterima dirinya pada hari akhirat, ia termasuk orang-orang yang merugi". (Q S 3:85, 21:90, 34:28, 21.67)
2. Semua Ruang
Islam adalah Risalah bagi seluruh alam semesta, ini berarti Islam tidak terbatas pada umat atau bangsa tertentu, melainkan seluruh manusia bahkan seluruh mahkluk yang ada di bumi ini terjangkau oleh Islam.(22:40).
3. Semua Sisi Kehidupan Manusia
Islam juga adalah ajaran yang mengatur manusia dalam segaia segi kehidupan. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa kebahagiaan manusia terletak pada kepatuhannya kepada Islam secara utuh dalam segala sector.
Islam tidak hanya mengajarkan sholat, puasa, zakat dan haji. Dengan demikian kepatuhan kepada Islam tidak hanya bisa dilihat dalam pelaksanaan ibadah-ibadah tadi. seseorang akan disebut seorang rnuslim paripurna manakala ia mengislamkan diri dalam aspek aqidah, ibadah, ahlak sebagaimana ia mengislamkan diri dalam praktek-praktek politik, ekonomi, sosial. seni. budaya dan lain-lain.
Demikianlah keistimewaan-keistimewaan itu dimiliki tidak lain karena .Islam bersumber dari Alloh yang maha mengetahui lagi Maha Bijaksana, sedangkan selain Islam itu semua bersumber dari persaingan dan duga-duga manusia dengan segaia kelemahannya tentang tuhan, alam dan manusia.
MA'RIFATULLAH
Pengertian Ma'rifatullah
Ma'rifatullah (Mengenal Allah) berasal dari kata ma'rifah dan Allah. Ma'rifah berarti mengetahui atau mengenal. Mengenal Allah bukan melalui zal Allah tetapi mengenalnya lewat tanda-tanda kebesaran-Nya (ayat-ayat-Nya).
Pentingnya Mengenal Allah
Kesempurnaan seorang hamba bergantung pada dua kekuatan yang dimilikinya yaitu ilmu dan mahabbah. Adapun sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu tentang Allah dan mahabbah yang paling tinggi adalah mencintai Dia. (Pesan-pesan Spiritual Ibinul Qoyyim-Imam Ibnul Qoyyim).
Seseorang yang mengenal Allah, dengan rahim-Nya (kasih sayang dan cinta-Nya) akan mendapatkan kenikmatan dalam beramal dan beribadah tidak hanya sekadar melaksanakan/menggugurkan kewajiban, iapun akan tahu tujuan hidupnya, tujuan mengapa ia diciptakan dan untuk apa ia berada dalam dunia ini.. Oleh karena itu ia tidak akan tertipu oleh kemilaunya dunia, tidak akan terpedaya oleh harta benda dunia. Seorang yang mengenal Allah akan merasakan kehidupan yang lapang walau bagaimanapun keadaannya. Seandainya ia seorang miskin maka ia akan bersabar, sebab ia tahu bahwa dibalik kehidupan fana ini ada kehidupan baqa (abadi), tempat kenikmatan. Seandainya ia seorang kaya ia bersyukur, sebab harta yang ada padanya sekarang ini hanyalah titipan Allah SWT yang diaimanatkan kepadanya. Seseorang yang mengenal Allah akan selalu mengharap ridla-Nya dalam setiap perbuatannya, dalam perjalanan hidupnya ia tidak akan berbuat sesuatu kecuali bila hal itu diridhoi oleh Allah SWT.
Sebaliknya, seseorang yang tidak mengenal Allah, tentu ia akan terpedaya dan terpukau oleh indahnya dunia sebagaimana Allah SWT berfirman,
"Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuan hari ini ? Mereka berkata: " Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang kafir ". (QS. Al-An'Am, 6:130)
Umurnya dihabiskan hanya untuk mencari dunia, menikmatinya layaknya seperti binatang saja sebagaimana Allah SWT berfirman,
"Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Orang-orang kafir itu bersenag-senang (didunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang." (QS. Muhammad: 12)
Seorang yang tidak mengenal Allah ia akan merasakan kehidupan dunia ini sempit bagaimanapun keadaannya, sebagaimana Allah berfirman,
"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. " (QS. Thaha, 124).
Orang yang tidak mengenal Allah ia berbuat berdasarkan kemauan syahwat dan kehendak hawa nafsunya. Jadilah hawa nafsunya sebagai Tuhan selain Allah yang memerintah dan melarangnya.
"Terangkanlah kepada-Ku tentang orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya, Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka tiada lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya. " (QS. Al-Furqan. 25:43-44)
JALAN UNTUK MENGENAL ALLAH
1. Mengenal Lewat Akal
Akal adalah salah satu sarana untuk mengenal Allah, fungsi akal adalah untuk merenung dan berfikir. Seseorang yang memperhatikan ayat-ayat Al-Qur'an akan menemukan bahwa banyak sekali ayat-ayat Al-Qur'an ynag menggugah akal untuk berfikir dan merenung, sehingga pada hakekatnya kebenarannya tidak diragukan lagi. Sebagaimana Allah SWT berfirman,
"Dan Dialah Tuhan ynga membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutup malam pada siang. Sesengguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah bagi kamu yang memikirkan). " (QS. Ar-Ra 'du. 13:3).
Allah sangat mencela orang-orang yang tidak menggunakan akalnya dan akan memasukkan mereka ke dalam neraka jahanam kelak.
"Dan Dialah sesungguhnya kami jadikan (untuk isi neraka jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah ) dan mereka mempunyai mata tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), mereka mempunyai telinga tetapi tidak diperggunakan untuk mendengar (ayat-ayai Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak bahkan mereka lebih sesat lagi, mereka itu adalah orang-orang lalai". (QS. Al-A 'raf: 179)
Ayat-ayat Allah yang dapat kita saksikan ada beberapa macam, pertama ayat-ayat Allah yang ada di alam ini (Ayat kauniyah), kedua yaitu ayat Allah yang ada dalam Al Quran (Ayat Quraniyah).
v Ayat Kuniyah
Sesungguhnya banyak sekali fenomena-fenomena yang terdapat di alam maya pada hari ini, yang menunjukkan kebesaran Allah.
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya siang dan malam, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang bergguna hagi manusia. Dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati nya. Dan Dia sebarkan di bumi ini segala jenis hewan, dan pengisaran angin, dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sungguh (terdapat tanda-tanda keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. " (QS. 2:164)
"Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang yakin dan juga pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan?." (QS..56: 20-21)
"Sesengguhnya dalam penciptaan, langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata ) : Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, maha suci Engkau, maka perihalralah kami dari siksa neraka. "(QS.3:190-191)
a. Fenomena Terjadinya Alam
Dianitara sesuatu yang wajib diterima akal adalah bahwa setiap sesuatu yang ada pasti ada yang mengadakan. Begitu pula dengan alam semesta ini. tentu ada yang mengadakannya.
"Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri). " (At-Thur : 25).
b. Fenomena Kehendak Yang Tinggi
Kalau kita perhatikan alam ini, kita akan menemukan bahwa alam ini tersusun rapi, hal ini menunjukkan bahwa di sana pasti ada kehendak agung yang bersumber dari sang Pencipta Yang Maha pintar dan Bijaksana (Al-Mulk: 3).
Kita mengambil beberapa contoh : seandainya matahari hanya memberikan panasnya kebumi sebanyak setengah dari panasnya sekarang pastillah kita akan membeku karena kedinginan dan seandainya panasnya bertambah setengah pasti kita akan menjadi abu. Seandainya malam lebih panjang sepuluh kali dari malam sekarang ini pasti matahari pada musim panas akan membakar semua tanaman di siang hari dan malam hari seluruh tumbuhan membeku.
c. Fenomena Kehidupan
Bila kita perhatikan makhluk yang ada di muka bumi kita akan menemukan berbagai jenis dan bentuknya serta berbagai cara hidup dan beikembang biak. Semua itu menunjukkan bahwa disana ada zat yang menciptakan, membentuk, menentukkan rizkinya dan meniupkan ruh kehidupan pada dirinya. Bagaimana pintarnya manusia tentu ia tidak akan dapat membuat makhluk yang hidupnya dari sesuatu yang belum ada. Allah SWT menantang manusia untuk membuat seekor lalat, jika mereka mampu.
d. Fenomena Petunjuk Dan Ilham
Ketika kita mempelajari alam semesta ini, kita akan melihat suatu petunjuk yang sempurna dari sekecil-kecilnya sampai yang sebesar-besarnya. Bagaimana kita dapat memberikan argumentasi petunjuk ini? Bagaimana ia dapat terwujud ? Bagaimana ia dapat langgeng ? Sesungguhnya disitu terdapat jawaban yang diberikan akal, yaitu adanya zat yang memberi hidayah.
Seekor ayam betina ketika mengeraimi telurnya ia membolak-balikan telurnya, secara ilmiah akhirnya dapat diketahui bahwa anak-anak ayam yans sedang diproses dalam telur itu mengalami pengendapan bahan makanan pada tubuhnya dibagaian bawah. Jika telur tersebut tidak digerak-gerakkan niscaya zat makanan yang ada di dalam telur tersebut tidak merata, dengan demikian telur tersebut menetas. Siapa yang mengajari ayam untuk berbuat demikian ? Akal yang sehat akan berpendapat bahwa disana pasti ada yang memberi hidayah (petunjuk) dan Allah menerangkan bahwa zat yang memberi hidayah adalah Dia.
"Musa berkata : "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya. Kemudian memberinya petunjuk. (Thaha: 50).
e. Fenomena Pengabulan Do'a
Seseorang yang ditimpa musibah yang membuat hatinya hancur luluh, putus harapan, lalu ia berdoa menghadap Allah SWT Tiba-tiba musibah itu hilang, kebahagiaan kembali dan datanglah kemudahan setelah kesulitan. Siapa yang mengabulkan do'a? Sudah suatu hal yang logis bila seseorang menahadapi bahaya pasti menghadap Allah SWT Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam
.
v Ayat Quraniyah
Ayat-ayat Allah yang terdapat dalam Al-Qur'an berupa ajaran-ajaran konsep hidup, peraturan yang lengkap adalah merupakan mujizat yang riil yang menunjukkan adanya Allah SWT.
Di dalarn Al-Qur'an sendiri terdapat penegasan akan hal tersebut diantaranya:
"Maka apakah mereka tidak inemperhatikan Al-Qur'an ? kalau kiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat penentangan pendapat yang banyak di dalamnya. " (QS.An-Nisa: 82);
Kami akan memperhatikan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami disetiap ufuk dan pada diri mereka sendiri. sehingga jelaslah bagi mereka Al-Qur 'an bahwa Al-Qur'an itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa seseungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu. " (QS. Fushilat: 53).
a. Mengenal Allah Lewat Memahami Asma'ul Husna
Allah Sebagai Rabb;
ü Dia sebagai pencipta segala sesuatu (QS. Al-An'nm ayat 92-105)
ü Yang memberi rzki (QS. Fatliir ayat 3)
ü Yang memiliki (QS.Ai-Baqarah ayat 284)
ü Yang Memberi manfaat dan bahaya (Al-An'am ayat 17)
ü Yang menghidupkan dan mematikan (Ar-Rum ayat 40)
ü mengatur alam semesta ini (QS.Al-Fatihah ayat 2)
Allah sebagai Penguasa Raya; Diantara ciri khas yang dimiliki penguasa adalah :
ü Dia sebagai pelindung (QS. AI-Baqarah ayat 257)
ü Dia sebagai Penentu Hukum (QS. Yusuf ayat 40 dan surat ke-6 ayat 57 dan 114.)
ü Yang berhak memerintah dan melarang (QS. Al-A'rof ayat 54)
ü Yang menentukan undang-undang atau peraturan (QS. Asy-Syura ayat 21)
ü Yang ditaati ( QS. Ali-Imran ayat 123)
Allah sebagai Ilah; Diantara sifat-sifat khusus bagi Allah adalah: Dia sebagai Zat yang wajib disembah, Allah berfirman,
" Sesengguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingatku. "(QS. Thaha ayat 14).
Hal-Hal Yang Dapat Menghalangi Ma'rifatullah
Pada diri manusia terdapat beberapa lapis dinding yang tebal, yang menghalangi untuk dapat ma'rifat kepada Allah dan heriman. Dinding itu adalah hasil ulah manusia sendiri. bukan dari naluri insaniah. Dinding penghalang tersebut adalah;
1. Bersandar pada Panca Indra
Mereka tidak beriman kepada Allah dengan dalih tidak bisa melihat Allah, padahal banyak sesuatu yang tidak bisa mereka lihat tetapi mereka meyakini keberadaannya, seperti
"Ahli kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu, mereka berkata: "Perhatikanlah Allah kepada kami dengan nyata, lalu kami maafkan dari yang demikian. Dan telah kami berikan kepada mereka bukti-bukti yang nyata. lalu kami maafkan mereka dari yang demikian. Dan telah kami berikan Musa keterangan yang nyata. "(QS.An-Nisa :153).
2. Kesombongan
Yang dimaksud dengan sombong disini yaitu menolak kebenaran yang datananya dari Allah dan Rasulnya dan menyepelekan manusia.
"Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya dimuka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat ayat-ayat-ku, mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang memba\va kepada petunjuk mereka tidak mau menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya. " (Al-A 'raf 146)
3. Lengah
Yang dimaksud dengan lengah disini yaitu tidak tanggap atau tidak merespon dengan baik setiap ada perintah/peringatan/kabar yang datang dari Allah SWT dan Rasul-Nya.
"Telah dekat kepada manusia hari manghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (dari padanya). Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al-qur'an pun yang baru (diturunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main (lagi) hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka : "Orang ini tidak lain seorang manusia seperti kamu, maka apakah kamu menyaksikannya. "(QS.Al-Anbiya1-3).
4. Ragu-ragu
Yang dimaksud dengan ragu-ragu disini yaitu: ragu-ragu terhadap keberadaan Allah SWT Walaupun sudah bukti-bukti nyata yang menunjukan adanya Allah SWT mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, SunSguh jika datang kepada kepada mereka suatu -mu'jizat, pastilah mereka beriman kepadaNya. Kalakanlah: "Sesungguhnya mu'jizat-mu'jizat itu hanya berada disisi Allah ".dan apakah yang memberitahukan kepada mereka bahwa apabila mu'jizat itu datang mereka tidak beriman. Dan begitu juga kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum beriman kepadanya (Al-Qur'an ) pada permulaanya, dan kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatan yang sangat. "
5. Taqlid
Artinya : "Apabila dikatakan kepada mereka "Marilah mengikuti ( yang telah diturunkan Allah dan mengikuti Rasul", mereka menjawab "Cukuplah untuk apa yang telah kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya, dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak pula mendapat petunjuk. "(AL-Maidah : 104)
Refleksi Ma'rifatullah
Jika akar ma'rifat ditanam dibumi hati, akan tumbuh pohon cinta. Jika pohon itu sudah besar dan kuat, ia akan membuahkan ketaatan. Dia menyukai orang-orang yang baik. Allah dekat dengan hati mereka, tergantung dari kebaikan yang mereka kerjakan. Ma'rifarullah akan mempengaruhi aqidah seseorang sehingga ia memiliki salimul aqidah (aqidah yang bersih). Aqidah islamiah merupakan monitor! pemandu yang akurat yang dapat mengatur dan mengarahkan setiap gerak langkah manusia. Aqidah yang bersih adalah keyakinan terhadap keagungan Allah baik dalam Rububiyah, Uluhiyah maupun mulkiyah. Aqidah yang baik akan melahirkan sifat dan sikap sbb :
1. Mengerjakan rukun Islam yang lima
2. Menerima ketentuan Allah dengan ridha, baik ketentuan yang bersifat (qodho dan qodhar) atau ketentuan hukum-hukum/undang-undang.
"Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucap "Inna Lillaahi wainnaa ilaihi raaji'un. "(QSAl-Baqarah:156)
”Maka demi Tuhanmu, mereka pada hakekatnya tidak beriman hingga mereka
menjadikan engkau (muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, sehingga kemudian tidak merasa dalam hati mereka ada sesuatu keberatan terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya."(QS.An-Nisa:65)
- Ikhlas (QS. 98:5/39:2-3)
Artinya :" Sesungguhnya Kami menurunkan Kepadamu kitab (Al-Qur 'an) dengan membawa kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya. "(QS.. Az-Zumar :2)
-Sabar
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu dan bertakwalah pada Allah supaya kamu beruntung. '" (QS. Ali-Imran :200)
-Murokobatullah (QS 50:18)
Artinya :”Tidak ada suatu kata yang diucapkan melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)”
Artinya:" Kalakanlah Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-isiri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan rasulnya dan dari berjihad dijalanNya. maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya, dan Allah tidak memberi hidayah kepada orang-orang fasik " (QS..At-Taubah .24)
- Wara
- Mengharapkan rahmatNya
"Dengan cara beriman, berhijrah (maksudnya yaitu merubah diri kearah yang lebih baik misalnya yang tadinya shalatnya tidak tepat waktu menjadi tepat waktu, yang tadinya jarang baca Al-Qu'ran menjadi rajin membaca Al-Qur'an dll" ), dan dengan cara berjihad dijalan Allah SWT
- Tawakal
Artinya : "Mengapa Kami tidak akan bertawakal kepada Allah padahal Allah telah menunjukkan jalan kepada kami ,dan Kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada Kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakal itu berserah diri. "(QS..Ibrahim:12)
- Yakin akan pertolongan allah
Seperti yang dicontohkan oleh Nabi Musa ketika dikejar-kejar oleh Firaun. Nabi musa begitu yakin bahwa Allah pasti akan menolongnya. Artinya . “ Maka setelah kedua golongan itu saling melihat. berkatalah pengikui-pengikut Musa : "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersususul". Musa menjawab: 'sekali-kali tidak akan tersusul, sesungguhnya Tuhanku besertaKu, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Lalu kami wahyukan kepada Musa: "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu, maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.' (QS..Asy-Syuara :61-63)
- Selalu menyertakan niat jihad dalam setiap aktifitas.
- Selalu memperbaharui niat dan istigfar
- Mempersiapkan diri untuk hari akherat dan selalu untuk mengingat mati
Artinya : "tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam surga, maka sungguh ia telah beruntung Kehidupan dunia itu tiada lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS.Ali-Imran :185)
- instropeksi diri
Umar ra. Barkata: "hisablah dirimu sebelum nanti engkau dihisab.”
penutup
Suatu hal yang paling aneh adalah engkau mengetahui sesuatu tetapi tidak mencintainya, engkau mendengar seruannya namun tidak segera menyambutnya, dan enakau mengetahui besarnya pahala bila mengakrabinya tetapi engkau tidak mendekatinya. Engkau merasakan pedihnya kegersangan jiwa karena maksiat, namun tidak mencari ketenangan dengan menaati Allah.Dan hal yang paling aneh diatas semua itu adalah engkau mengetahui bahwa engkau sangat membutuhkan Dia tetapi justru engkau berpaling dari-Nya.(Pesan -pesan spiritual Ibnul Ooyyim)
Maraji:
!. Aqidah seorang muslim (kelompok study Al-Ummah)
2. "Allah" (Sa'id Hawwa)
3. AI-Qur'an terjemah (tafsir depag)
4. Pesan-pesan spiritual (IbnulQayyim-Imam Ibnul Qayj'im)
MA'RIFATUR-ROSUL
a. Makna Ma'rifatur-Rosul
Ma'rifatur-Rosul berasal dari kata Ma'rifah dan Rosul, Ma'rifah artinya mengenal atau mengetahui. Mengenal Rosul tidak saja dalam bentuk fisik atau penampilannya tetapi seluruh aspek syar'i berupa sunnah yang dicontohkan kepada kita. baik berupa tingkah laku, perkataan ataupun sikap.
|
b. Mengapa kita harus mengenal Rosul ?
Mengenal Rosul adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Upaya untuk mengenal Rosul sama dengan kita berupaya untuk melaksanakan salah satu rukun iman yang ketiga yaitu, iman kepada Rosul.
Mengetahui dan mengenal Allah sebagai Al-Khaliq. Akal logika manusia hanya sekedar mengetahui akan adanya Tuhan dan hanya sebatas bahwa ada "Dzat Yang Maha Agung yang telah menciptakan alam semesta. Inipun bila akal digunakan untuk mencari kebenaran serta mampu memberikan penjelasan dan pengetahuan akan keberadaan Allah. Mengetahui tata cara beribadah kepadaNya. Ia mengajarkan tatacara yang benar dalam rangka melaksanakan ibadah kepada Allah. Mewujudkan konsep kehidupan yang kita butuhkan dalam rangka menata kehidupan dimana rosul mengajarkan perlunya keseimbangan kehidupan dunia dan kehidupan akhirat (tawazun).
c. Apa pengertian Rosul?
Sebelum kita membahas lebih luas mengenai pengertian Rosul alangkah baiknya terlebih dahulu kitapun memahami pengertian nabi. Karena dua istilah ini sangat dekat sekali hubungannya sehingga terkadang kita sulit untuk membedakannya.
Nabi berasal dari bahasa Arab (naba") yang berarti kabar atau berita. Surat An-Naba ayat 1-2 artinya," Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar". Seseorang disebut nabi karena dia memberi dan mendapatkan kabar yaitu kabar dan wahyu dari Allah. Hal ini tertulis dalam surat At-Tahrim ayat 3 yang artinya, "Hafsah bertanya: 'Siapakahyang telah memberitahukan hal ini kepadamu?' Nabi menjawab: 'Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal".
Rosul memiliki pengertian sebagai orang yang menerima pengarahan. Bila seseorang menyuruh terhadap suatu urusan maka dia adalah utusan (rasul) hal ini tertulis dalam surat An-Naml ayat 35 yang artinya. "Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah dan aku akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para utusan itu.”.
Rasul dan Nabi pada dasarnya memiliki perbedaan dimana Pengertian rasul lebih luas daripada nabi karena rosul mendapatkan wahyu berupa syariat dan ditugaskan untuk menyampaikannya kepada seluruh ummat manusia, sedangkan nabi mendapatkan wahyu dari Allah untuk dirinya sendiri. Setiap rosul adalah nabi tetapi tidak setiap nabi merupakan rosul.
Pengertian Rosul adalah:
1. Rosul adalah lelaki yang dipilih dan diutus Allah dengan Risalah Islam pada manusia.
2. Rosul sebagai manusia biasa yang diberikan amanah untuk menyampaikan risalah kepada manusia. (Q.S. 18:110)
3. Rosul sebagai manusia biasa seperti kita semua.
4. Rosul dalam bentuk manusia bukan malaikat. Mereka mempunyai istri anak dan keluarga. Merekapun makan, minum, ke pasar dan sebagainya (Q.S. 6:9)
d. Sifat-sifat Rosul
Tiap-tiap Rosul memiliki fitrah yang tinggi dan akal yang sehat, jujur dalam berbicara sehingga ia dapat dipercaya dalam menyampaikan sesuatu. Seorang rosul senantiasa terjaga dari hal-hal yang mengotori sejarah dirinya sebagai manusia. Untuk mengemban Risalah, rosul memiliki sifat-sifat:
1. Ash-Shidq. Benar, baik dalam perkataan maupun perbuatan.
2. Al-Amaanah, dapat dipercaya.
3. At-Tabliigh. menyampaikan semua yang diwahyukan Allah.
4. Al-Fathaanah. cerdas
5. Al-'lshmah. terpelihara dari kesalahan
6. A'-Iltizaam, memiliki komitmen kepada Islam.
Sifat-sifat diatas ada pada diri rosul karena jika salah satunya tidak ada atau lebih rendah dari orang-orang pilihan di zaman mereka, akal mereka lemah, atau rapuh, atau memiliki sifat tamak tidak semangat menyeru dan lain-lain, maka mereka tidak berhak untuk mendapat keistimewaan Ilahi dengan wahyu dan dibukanya rahasia-rahasia ilmu Allah yang diwahyukan kepada mereka. Kalau bukan karena kelebihan-kelebihan itu maka mereka tidak berhak menjadi pilihan Allah.
Tugas-tugas rasul
Umum :
1. Menyampaikan risalah (Q.S.5:67.33:39)
2. Memperkenalkan Al-Khaliq (Q.S. 7:175)
3. Menjelaskan cara pengabdian
4. Menjelaskan pedoman hidup
5. Mendidik para sahabat dengan arahan dan nasihat.
Khusus :
1. Menegakkan diinullah (Q.S.42:13-15)
2. Menegakkan khilafah (Q.S. 24:55,48:2')
3. Membina Kader (Q.S. 3:104)
4. Membuat konsep dakwah (Q.S.3: 159)
5. Melaksanakan panduan hidup (Q.S.2:208.6:162)
f. Kewajiban terhadap Rasul
1. Al-Imanu Bihi (mengimani) Q.S.61:11
2. Mahabbatuhu (mencintai)
3. Ta'zhiimuhu (mengagungkan) Q.S. 48:7
4. Ad-Difaa' Anhu (membelanya) Q.S. 9:40
5. Mahabbah Man Ahabbahu (mencintai para penatanya) Q.S. -8:29
6. lhyaau Sunnatihi (menghidupkan sunnahnya) Q.S. 3:130
7. Iktsaar Ash-Siialawaat 'Alaihi (memperbanyak shalawat) Q.S. 33:56
8. Inibaa' Manhajihi (mengikutinya) Q S. 3:31
9. Waaritsah Risaalatihi (mewarisi Risalahnya) Q.S. 48:28
g. Kekhususan Risalah Muhammad RQS.ululloh SAW.
• Muhammad sebagai penutup para Nabi (Q.S.33:40)
• Penghapus Risalah sebelumnya
J. Membenarkan para Nabi sebelumnya (Q.S.61:8)
Ditujukan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam (Q.S.21:107). Risalah Muhammad adalah risalah Islam. Intinya petunjuk Al-Qur'an dan diin yang benar/Islam.
